Minggu, 05 Mei 2019

Peran Keluarga dalam Pendidikan Anak Usia Dini



Pendidikan anak usia dini paling awal adalah dari keluarganya. Keluarga dalam hal ini adalah yang paling dekat yaitu orang tua baik ayah, maupun ibu, bahkan kakek dan nenek. Ayah ibu kakek nenek harus dapat menjadi contoh teladan yang baik.

Mendidik anak supaya "X" tentu orang tuanya harus "X" juga agar tidak terkesan omong kosong.

Prinsipnya dalam mendidik anak adalah agar anak dapat menjalani hidup dengan baik, bukan untuk mengejar meraih nilai bagus atau rapor bagus. Percuma dapat nilai atau rapor bagus tapi bisanya cuma sebatas teori pada penerapannya tidak bisa apa-apa.

Pendidikan mau tidak mau sebaiknya dilakukan sedini mungkin. Bahkan sejak dalam kandungan. Pernahkah dengar ibu hamil belajar matematika, fisika, music dan seni?
Setelah lahir dan cukup kuat, anak dididik bagaimana beraktifitas sehari-hari seperti berguling, merangkak lalu berjalan dan berkomunikasi. Biasanya yang banyak berperan dalam mendidik anak pada usia ini adalah ibu dan neneknya. Atau mungkin nenek saja. Dalam beberapa kasus ibu harus bekerja sehingga anak diasuh neneknya. Bisa juga ibu belum berpengalaman sehingga perlu didampingi nenek mengasuh anak.
Setelah umur 2 tahunan biasanya anak sudah bisa berjalan, berkomunikasi dan daya pikirnya mulai berkembang. Anak mulai bisa mengingat, mengamati dan meniru. Jadi orang tua harus dapat menjadi contoh teladan yang baik. Tidaklah bijak jika mengajarkan sesuatu tetapi sesuatu tersebut tidak dilaksanakan dari diri sendiri. Jadi orang tua harus menjaga sikap dan perilakunya agar dapat menjadi contoh yang baik.

Misalnya ketika pagi hari hendaknya orang tua bangun pagi hari, mengawali hari dengan berdoa bersyukur kepada Tuhan atas rahmatnya masih bisa melihat matahari pagi sehingga anak dapat mencontohnya. Aktivitas seperti berolahraga, mandi, sikat gigi, tidur yang cukup, berdoa, belajar apa saja seumur hidup  perlu dibiasakan agar menjadi kebiasaan. Tidak mungkin hal-hal ini bisa diajarkan secara mendetail di sekolah.

Juga penting ditanamkan sejak dini pada anak bahwa hidup ini adalah perjuangan. Dalam meraih sesuatu itu perlu proses perjuangan, tidak bisa instan. Kegagalan dan kesulitan adalah hal pasti akan dihadapi. Jangan menggunakan cara curang, jangan mengambil apa yang bukan hak nya meski tidak ada orang yang melihat. Walaupun orang lain berbuat curang, tidak perlu ditiru walau mereka tampak baik-baik saja karena suatu saat karma akan mendatanginya. Hal-hal yang cukup rumit semacam ini tentu tidak bisa diajarkan secara instan pada anak, perlu waktu dan proses yang lama. Dan keluarga adalah tempat yang tepat untuk mengajarkan itu karena sebagian besar waktu anak adalah berada di dalam keluarganya. Dan hendaknya pendidikan dalam keluarga ini berjalan 2 arah. Anak belajar dari orang tuanya dan orang tua belajar memahami anak. Jika ada ganjalan hati di anak maka sepatutnya dicurahkan pada orang tua dan begitu sebaliknya agar bisa saling memahami.

Memang tidak semua hal bisa diajarkan pada anak. Ada hal-hal yang harus dikembangkan sendiri, karena tiap orang berbeda, memiliki keterbatasan, dan kelebihannya sendiri-sendiri. Punya passion sendiri-sendiri. Orang tua bisa saja berbeda dengan anaknya. Orang tua perlu memahami apa yang menjadi kelebihan dan keterbatasan anak dan mengajarkan anak supaya bisa menerima dirinya sendiri baik itu kelebihan ataupun keterbatasannya. Jika keluarga dalam hal ini orang tua khususnya tidak bisa mengajarkan sesuatu sesuai passion anak, setidaknya bisa berusaha memfasilitasi agar anak dapat menyalurkan passionnya. Bila tidak bisa menjadi pendidik secara langsung setidaknya bisa menjadi fasilitator. Misalnya dengan menyekolahkan anak di  “Apple Tree Pre-School BSD”.



Lalu, jika tidak bisa memberikan contoh yang baik pada anak setidaknya tidak membiarkan ada contoh yang buruk yang bisa mempengaruhi anak. Dalam hal ini keluarga bertindak sebagai pengcounter dari contoh buruk yang ada di sekitar lingkungan keluarga.

Ringkasnya peran keluarga dalam pendidikan anak usia dini adalah sebagai contoh teladan yang baik, sebagai tempat mencurahkan perasaan hati, sebagai fasilitator menyalurkan passion, dan sebagai pengcounter dari contoh yang buruk. #appletreebsd






Tidak ada komentar:

Posting Komentar