Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal di Indonesia atau disingkat daerah 3T cenderung tidak diminati orang untuk tinggal di sana. Daerah 3T tersebut terkesan terpencil, sepi, jauh dari keramaian dan perkembangan jaman, tidak ada Mall atau pusat perbelanjaan dan hiburan. Namun demikian bukankah kondisi tersebut juga bisa dipandang sebagai keunggulan?
Tempat yang demikian sangat cocok untuk menyepi, menghabiskan umur, mendekatkan diri pada alam dan Tuhan. Biasanya daerah 3T ini memiliki alam yang indah, masih murni dan asli. Di antara masyarakat tentu ada orang yang menyukai suasana di daerah 3T walau sedikit. Selain itu, dalam persaingan hidup yang ketat ini tentu ada pihak yang gagal sehingga putus harapan dan lelah menjalani hidup. Entah itu gagal dalam pendidikan, pekerjaan, percintaan, rumah tangga, orang-orang yang dibully, tersingkirkan, terkucilkan dan lain sebagainya. Dari pada orang-orang ini putus harapan lalu menjadi melow-melow, baper dan gamon, akan lebih baik jika orang-orang yang senasib ini dikumpulkan, dibina, diberi tantangan untuk membangun daerah 3T. Daripada putus harapan, lebih baik hidupnya diberikan untuk negara dengan membangun daerah 3T yang cenderung ditinggalkan orang. Pemberdayaan orang-orang ini diharapkan bisa membawa Perubahan Untuk Indonesia yang Lebih Baik. Dan, mungkin pemerintah, atau perusahaan swasta bisa turut aktif dalam memberdayakan orang-orang putus harapan untuk membangun daerah 3T seperti yang dilakukan KORINDO di Asmat, Papua sebagai bentuk tanggung jawab sosial korporasi/CSR sekaligus Bangun Perbatasan Jadi Terasnya Indonesia. Kalau perlu diadakan transmigrasi penduduk dari daerah padat penduduk ke daerah 3T itu.
Pembangungan bisa diawali dengan membangun manusianya dulu agar antusias untuk tinggal di daerah 3T. Dibina agar memiliki keterampilan kerja dan bertahan hidup di daerah 3T. Sebagai awalan bisa dibuat kekhasan yang ikonik disetiap daerah 3T, misal dibuat figure maskot dari tiap daerah. contoh ketika asian games itu dibuat 3 maskot yaitu Bhin Bhin si burung, Atung si rusa dan Kaka si badak. Dari figure maskot itu bisa dibuat pernak-pernik nya seperti miniature action figure, gantungan kunci, souvenir, boneka, dan semacamnya yang sekiranya layak dijual. Dengan potongan kayu, kertas, plastik, kain, lem, pisau, alat pahat, alat tulis, cat itu bisa dibuat membentuk miniatur maskot asal tahu caranya dan memiliki keterampilan membuatnya. 1 patung miniatur tinggi 8-10cm dari bahan sederhana itu bisa dijual dengan harga Rp 20.000- Rp 30.000 di tokopedia, Shoppee, Bukalapak dan sebangsanya. Mungkin bisa juga melalui KORINDO. Jika belum ada ide merancang figure maskot, mungkin bisa membuat pernak pernik dari figure yang telah terkenal misal karakter superhero, karakter Resto cepat saji, karakter film Anime dll namun made in 3T. Siapa tahu produk Made in 3T Indonesia bisa lebih terkenal dari Made in negara asalnya. Seperti kebab yang made in orang indonesia lebih terkenal dari negeri asalnya.
Sebetulnya pembangunan itu tidak harus dengan pembangunan fisik yang megah. Ada kalanya ketertinggalan itu adalah keunikan tersendiri. Pernahkah mendengar kisah restoran yang telah buka dari tahun 1900an yang terus mempertahankan cara masaknya yang tradisional dengan menggunakan kompor tungku, tidak menggunakan kompor gas ataupun kompor listrik. Peralatan masak dan suasana restorannya pun juga tradisional. Jadi ketika pelanggan datang ke restoran itu serasa kembali ke tahun 1900'an. Barangkali hal itu bisa diterapkan pada daerah 3T. Daerah 3T mungkin dapat diatur dibatasi pembangunannya untuk tujuan wisata jaman. Ada daerah 3T yang di kondisikan tidak ada pembangunan sama sekali sehingga kondisi alam nya terlihat asli seperti jaman purba misalnya. Teknologi dilarang keras masuk ke sana berlama-lama tanpa ijin. Ada pula bagian daerah 3T yang dikondisikan pembangunannya serupa era tahun 1900'an, 1945'an, 1960'an, tahun 1970'an, tahun 1980'an, 1990'an, tahun dan 2000'an. Jadi ketika wisatawan berkunjung ke daerah-daerah 3T tersebut serasa seperti wisata perjalanan waktu, sekaligus belajar sejarah.
Dan, untuk daerah 3T yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, ada baiknya dijadikan sebagai tempat pengintaian juga untuk mengamati gerak-gerik negara tetangga. Barang kali ada pergerakan yang mencurigakan yang merugikan kedaulatan negara Republik Indonesia. Dan mungkin saja ada kesempatan memperluas wilayah kedaulatan Republik Indonesia ketika negara tetangga di perbatasan lengah.
Arus informasi di daerah 3T juga perlu diperhatikan. Tol Langit hendaknya dapat menjangkau daerah 3T ini sehingga arus informasi dapat berjalan cepat. Diharapkan hal ini dapat menunjang pendidikan secara online, selain itu juga mempermudah memperkenalkan dan mempromosikan seputar daerah 3T ke dunia luar. Oleh karena itu ada baiknya setiap daerah 3T mempunyai channel youtube yang menceritakan kehidupan dan perkembangan di daerah 3T sehari-harinya bagaimana. Barangkali dengan menjadi youtuber itu bisa mendatangkan viewer yang banyak dan mendapat hasil dari monetize channel youtube itu.
Untuk membantu menyemarakkan perekonomian di daerah 3T, bisa saja diatur suatu peraturan yang mewajibkan brand asing yang masuk ke pasar Indonesia diwajibkan membuka setidaknya 1 store di daerah 3T. Bukankah keren dan lucu jika ada store seperti Apple, Samsung, Zara, Uniqlo, Nike, Adidas, Honda, Yamaha, Lenovo, Acer, H&M, Oppo, LG, Starbuck Coffee, Canon, KFC, MCD, Burgerking, Wendy's, Carls Jr dll di daerah 3T? Biarkan mereka memilih buka store di daerah 3T mana saja. Ada cukup banyak stok daerah 3T tersebar di bumi Indonesia.
Daerah 3T ini tersebar di 22 propinsi antara lain: Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Timur, NTB, NTT, Kalimatan Barat,Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan,Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Maluku,Maluku Utara,
Papua dan Papua barat
Daerah-daerah 3T dalam propinsi itu mencakup kota/kabupaten/wilayah berikut antara lain: Aceh Singkil, Nias,Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Solok Selatan, Pasaman Barat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Kabupaten Seluma, Kabupaten Lampung Barat, Kabupaten Pesisir Barat, Bondowoso,Situbondo, Bangkalan, Sampang, Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Dompu, Bima, Sumbawa barat, Lombok Utara, Sumba Barat, Sumba Timur, Kupang, Timor tengah selatan, Timor tengah utara, Belu, Alor, Lembata, Ende, Manggarai, Rote ndao, Manggarai barat, Sumba tengah, Sumba barat daya, Nagekeo, Manggarai timur, Sabu raijua, Malaka, Sambas, Bengkayang, Landak, Ketapang, Sintang, Kapuas hulu, Melawi, Kayong utara, Seruyan, Hulu sungai utara, Mahakam hulu, Nunukan, Sulawesi tengah, Banggai kepulauan, Donggala, Toli-toli, Buol, Parigi moutong, Tojo una-una, Sigi, Banggai laut, Morowali utara, Jeneponto, Konawe, Bombana, Konawe kepulauan, Boalemo, Pohuwato, Gorontalo utara, Sulawesi barat, Polewali mandar, Mamuju tengah, Maluku tenggara barat, Maluku tengah, Buru, Kepulauan aru, Seram bagian barat, Seram bagian timur, Maluku barat daya, Buru selatan, Halmahera barat, Kepulauan sula, Halmahera selatan, Halmahera timur, Pulau morotai, Pulau Taliabu, Teluk wondama, Teluk bintuni, Kabupaten sorong selatan, Sorong, Raja ampat, Tambrauw, Maybrat, Merauke, Jayawijaya, Kabupaten Nabire, Kepulauan Yapen, Biak numfor, Paniai, Puncak jaya, Boven digoel, Mappi, Kabupaten asmat, Yahukimo, Pegunungan bintang, Tolikara, Sarmi, Keerom, Waropen, Supiori, Mamberamo raya, Nduga, Lanny jaya, Mamberamo tengah, Yalimo, Puncak, Dogiyai, Intan jaya, dan Deiyai.
Tempat yang demikian sangat cocok untuk menyepi, menghabiskan umur, mendekatkan diri pada alam dan Tuhan. Biasanya daerah 3T ini memiliki alam yang indah, masih murni dan asli. Di antara masyarakat tentu ada orang yang menyukai suasana di daerah 3T walau sedikit. Selain itu, dalam persaingan hidup yang ketat ini tentu ada pihak yang gagal sehingga putus harapan dan lelah menjalani hidup. Entah itu gagal dalam pendidikan, pekerjaan, percintaan, rumah tangga, orang-orang yang dibully, tersingkirkan, terkucilkan dan lain sebagainya. Dari pada orang-orang ini putus harapan lalu menjadi melow-melow, baper dan gamon, akan lebih baik jika orang-orang yang senasib ini dikumpulkan, dibina, diberi tantangan untuk membangun daerah 3T. Daripada putus harapan, lebih baik hidupnya diberikan untuk negara dengan membangun daerah 3T yang cenderung ditinggalkan orang. Pemberdayaan orang-orang ini diharapkan bisa membawa Perubahan Untuk Indonesia yang Lebih Baik. Dan, mungkin pemerintah, atau perusahaan swasta bisa turut aktif dalam memberdayakan orang-orang putus harapan untuk membangun daerah 3T seperti yang dilakukan KORINDO di Asmat, Papua sebagai bentuk tanggung jawab sosial korporasi/CSR sekaligus Bangun Perbatasan Jadi Terasnya Indonesia. Kalau perlu diadakan transmigrasi penduduk dari daerah padat penduduk ke daerah 3T itu.
Pembangungan bisa diawali dengan membangun manusianya dulu agar antusias untuk tinggal di daerah 3T. Dibina agar memiliki keterampilan kerja dan bertahan hidup di daerah 3T. Sebagai awalan bisa dibuat kekhasan yang ikonik disetiap daerah 3T, misal dibuat figure maskot dari tiap daerah. contoh ketika asian games itu dibuat 3 maskot yaitu Bhin Bhin si burung, Atung si rusa dan Kaka si badak. Dari figure maskot itu bisa dibuat pernak-pernik nya seperti miniature action figure, gantungan kunci, souvenir, boneka, dan semacamnya yang sekiranya layak dijual. Dengan potongan kayu, kertas, plastik, kain, lem, pisau, alat pahat, alat tulis, cat itu bisa dibuat membentuk miniatur maskot asal tahu caranya dan memiliki keterampilan membuatnya. 1 patung miniatur tinggi 8-10cm dari bahan sederhana itu bisa dijual dengan harga Rp 20.000- Rp 30.000 di tokopedia, Shoppee, Bukalapak dan sebangsanya. Mungkin bisa juga melalui KORINDO. Jika belum ada ide merancang figure maskot, mungkin bisa membuat pernak pernik dari figure yang telah terkenal misal karakter superhero, karakter Resto cepat saji, karakter film Anime dll namun made in 3T. Siapa tahu produk Made in 3T Indonesia bisa lebih terkenal dari Made in negara asalnya. Seperti kebab yang made in orang indonesia lebih terkenal dari negeri asalnya.
Sebetulnya pembangunan itu tidak harus dengan pembangunan fisik yang megah. Ada kalanya ketertinggalan itu adalah keunikan tersendiri. Pernahkah mendengar kisah restoran yang telah buka dari tahun 1900an yang terus mempertahankan cara masaknya yang tradisional dengan menggunakan kompor tungku, tidak menggunakan kompor gas ataupun kompor listrik. Peralatan masak dan suasana restorannya pun juga tradisional. Jadi ketika pelanggan datang ke restoran itu serasa kembali ke tahun 1900'an. Barangkali hal itu bisa diterapkan pada daerah 3T. Daerah 3T mungkin dapat diatur dibatasi pembangunannya untuk tujuan wisata jaman. Ada daerah 3T yang di kondisikan tidak ada pembangunan sama sekali sehingga kondisi alam nya terlihat asli seperti jaman purba misalnya. Teknologi dilarang keras masuk ke sana berlama-lama tanpa ijin. Ada pula bagian daerah 3T yang dikondisikan pembangunannya serupa era tahun 1900'an, 1945'an, 1960'an, tahun 1970'an, tahun 1980'an, 1990'an, tahun dan 2000'an. Jadi ketika wisatawan berkunjung ke daerah-daerah 3T tersebut serasa seperti wisata perjalanan waktu, sekaligus belajar sejarah.
Dan, untuk daerah 3T yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, ada baiknya dijadikan sebagai tempat pengintaian juga untuk mengamati gerak-gerik negara tetangga. Barang kali ada pergerakan yang mencurigakan yang merugikan kedaulatan negara Republik Indonesia. Dan mungkin saja ada kesempatan memperluas wilayah kedaulatan Republik Indonesia ketika negara tetangga di perbatasan lengah.
Arus informasi di daerah 3T juga perlu diperhatikan. Tol Langit hendaknya dapat menjangkau daerah 3T ini sehingga arus informasi dapat berjalan cepat. Diharapkan hal ini dapat menunjang pendidikan secara online, selain itu juga mempermudah memperkenalkan dan mempromosikan seputar daerah 3T ke dunia luar. Oleh karena itu ada baiknya setiap daerah 3T mempunyai channel youtube yang menceritakan kehidupan dan perkembangan di daerah 3T sehari-harinya bagaimana. Barangkali dengan menjadi youtuber itu bisa mendatangkan viewer yang banyak dan mendapat hasil dari monetize channel youtube itu.
Untuk membantu menyemarakkan perekonomian di daerah 3T, bisa saja diatur suatu peraturan yang mewajibkan brand asing yang masuk ke pasar Indonesia diwajibkan membuka setidaknya 1 store di daerah 3T. Bukankah keren dan lucu jika ada store seperti Apple, Samsung, Zara, Uniqlo, Nike, Adidas, Honda, Yamaha, Lenovo, Acer, H&M, Oppo, LG, Starbuck Coffee, Canon, KFC, MCD, Burgerking, Wendy's, Carls Jr dll di daerah 3T? Biarkan mereka memilih buka store di daerah 3T mana saja. Ada cukup banyak stok daerah 3T tersebar di bumi Indonesia.
Daerah 3T ini tersebar di 22 propinsi antara lain: Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Timur, NTB, NTT, Kalimatan Barat,Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan,Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Maluku,Maluku Utara,
Papua dan Papua barat
Daerah-daerah 3T dalam propinsi itu mencakup kota/kabupaten/wilayah berikut antara lain: Aceh Singkil, Nias,Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Solok Selatan, Pasaman Barat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Kabupaten Seluma, Kabupaten Lampung Barat, Kabupaten Pesisir Barat, Bondowoso,Situbondo, Bangkalan, Sampang, Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Dompu, Bima, Sumbawa barat, Lombok Utara, Sumba Barat, Sumba Timur, Kupang, Timor tengah selatan, Timor tengah utara, Belu, Alor, Lembata, Ende, Manggarai, Rote ndao, Manggarai barat, Sumba tengah, Sumba barat daya, Nagekeo, Manggarai timur, Sabu raijua, Malaka, Sambas, Bengkayang, Landak, Ketapang, Sintang, Kapuas hulu, Melawi, Kayong utara, Seruyan, Hulu sungai utara, Mahakam hulu, Nunukan, Sulawesi tengah, Banggai kepulauan, Donggala, Toli-toli, Buol, Parigi moutong, Tojo una-una, Sigi, Banggai laut, Morowali utara, Jeneponto, Konawe, Bombana, Konawe kepulauan, Boalemo, Pohuwato, Gorontalo utara, Sulawesi barat, Polewali mandar, Mamuju tengah, Maluku tenggara barat, Maluku tengah, Buru, Kepulauan aru, Seram bagian barat, Seram bagian timur, Maluku barat daya, Buru selatan, Halmahera barat, Kepulauan sula, Halmahera selatan, Halmahera timur, Pulau morotai, Pulau Taliabu, Teluk wondama, Teluk bintuni, Kabupaten sorong selatan, Sorong, Raja ampat, Tambrauw, Maybrat, Merauke, Jayawijaya, Kabupaten Nabire, Kepulauan Yapen, Biak numfor, Paniai, Puncak jaya, Boven digoel, Mappi, Kabupaten asmat, Yahukimo, Pegunungan bintang, Tolikara, Sarmi, Keerom, Waropen, Supiori, Mamberamo raya, Nduga, Lanny jaya, Mamberamo tengah, Yalimo, Puncak, Dogiyai, Intan jaya, dan Deiyai.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar