Jumat, 01 Maret 2019

MENGAPA ADA WEBSITE CEPAT DAN ADA YANG LAMBAT

Bayangkan kalau saat browsing mencari informasi di internet, website yang dijadikan rujukan informasi itu lamban, loading datanya lama, bagaimana? Bisakah bersabar? Ya, kalaupun bisa itu kurang efektif, akan memakan waktu yang seharusnya tidak perlu.


Biasanya jika website yang dikunjungi lambat menampilkan data informasi, maka pengunjungnya akan jengkel, tidak sabar, meninggalkan website itu dan cenderung  enggan mengunjunginya lagi. Kalau website yang lambat itu adalah suatu website bisnis yang menawarkan atau menjual produk tentu itu akan merugikan, akan sepi pengunjung dan akan kecil kemungkinannya mendapatkan pelanggan dari internet.

Oleh karena itu website yang dapat cepat menampilkan data informasi adalah suatu keharusan. Apalagi untuk bisnis online. Dimana-mana website yang cepat, akan dinilai lebih positif oleh orang atau pengunjungnya. Setidaknya kecepatan website untuk menampilkan data itu adalah tidak kurang dari 5detik. Kalau tidak percaya, tanya saja sama Dewaweb. Konon, dengan website yang cepat itu akan meningkat jumlah pengunjung website. Di era revolusi industri 4.0, yang mana semua-semua akan serba online, maka website yang cepat akan sangat diperlukan.

Mungkin orang penasaran mengapa website itu bisa lambat? Singkatnya ini karena hal-hal yang menyangkut keterbatasan memori dan sinyal jaringan internet. Bayangkan saat pertama kali punya handphone android yang baru! Handphone baru gress itu awalnya memorinya masih banyak sehingga sangat cepat saat dipakai membuka memainkan fitur-fiturnya. Mengklik ikon instagram dengan cepat segera tampil halaman instagram. Membuka foto, melihat-lihat foto masih dapat dengan cepat foto-foto ditampilkan. Tapi seiring berjalannya waktu handphone itu semakin banyak diinstali aplikasi ini dan itu misal aplikasi dompet elektronik, aplikasi delivery makanan, aplikasi chatting, dll juga semakin banyak menyimpan foto dan video sehingga memori semakin terbatas. Maka dengan begitu, handphone akan menjadi tidak secepat semula, cenderung lambat jika tidak diberi tambahan memori.

Begitu juga dengan website, diperlukan memori yang besar dan jaringan sinyal yang mendukung agar dapat online diakses dengan stabil oleh pengunjungnya. Ibaratnya, website itu suatu halaman yang bisa menampilkan data tulisan, gambar, video, lagu atau audio suara lainnya yang mana data-data itu disimpan di suatu komputer. Tentu komputer itu harus memiliki memori yang cukup besar dan harus online, terhubung dengan jaringan internet yang terus-menerus agar bisa diakses, dilihat orang via internet. Komputer ini disebut komputer hosting server. Dan, ketika banyak orang yang mengakses, mengunjungi website tersebut, terjadi lonjakan data sementara seperti cookie dan chache yang kemudian menyebabkan memori komputer akan terbebani sehingga website menjadi lambat. Jika website hanya menggunakan komputer tunggal sebagai satu-satunya komputer hosting, tentu tidak akan dapat menanggulangi masalah itu. Diperlukan banyak komputer yang saling terhubung dan saling menunjang membentuk jaringan komputer yang disebut cloud hosting agar memorinya tidak terbebani. Sehingga bila 1komputer bermasalah, masih bisa ditunjang oleh komputer lainnya. Tentu untuk menyiapkan perangkat komputer-komputer itu dibutuhkan biaya besar. Belum lagi biaya pemeliharaannya dan juga diperlukan operator dan teknsi yang harus sigap jika terjadi trouble, error atau gangguan semacamnya. Jadi lebih baik, pemilik website menggunakan jasa hosting yang sudah memiliki perangkat komputer yang memadai, yang memang dikhususkan untuk hosting website, misalnya Dewaweb itu. Dewaweb merupakan hosting terbaik, dan juga hosting tercepat.

Mengapa jika menggunakan Dewaweb bisa lebih cepat? Ini berkaitan dengan teknologi yang digunakan Dewaweb sehingga membuat proses menjadi lebih maksimal dan optimal. Software webserver yang digunakan Dewaweb adalah LiteSpeed Enterprise yang mampu bekerja jauh lebih cepat menampilkan halaman website dan mampu menangani beban memori yang diakibatkan volume kunjungan ke website (volume traffic) yang tinggi. Selain itu juga menggunakan teknologi Multiplexing yaitu teknologi web yang mana dapat mengirimkan macam-macam informasi data seperti data gambar, audio, video, tulisan, dll melalui satu saluran (sehingga lebih cepat dan efisien) tanpa tercampur yang kemudian dapat dipilah-pilah kembali setelah sampai di komputer penerima. Ada pula teknologi Chacing yaitu teknologi pada memori komputer yang memungkinkan komputer mengingat/merekam data informasi yang pernah diproses sebelumnya sehingga ketika data informasi itu akan dipakai kembali bisa cepat ditampilkan karena sudah terekam sebelumnya.  Juga digunakan Teknologi Data Compression yaitu teknologi memampatkan data sehingga bisa menghemat memori sehingga computer bisa bekerja lebih cepat. Juga ada teknologi server push yang mana komputer server dapat mengirimkan lebih dahulu konten data yang akan direspon sebelum diminta, jadi bisa memprediksi lebih dulu data yang akan diminta, sehingga penampilan data yang akan diminta itu bisa lebih cepat.
Selain hosting cepat, jasa hosting Dewaweb cukup terjangkau. Jadi kalau ingin membuat alamat website atau domain murah, maka sangat direkomendasikan menggunakan Dewaweb. Bahkan bisa hosting gratis dan domain gratis jika untuk website organisasi kemanusiaan non profit yang tidak bersifat politik.

Dengan perangkat komputer server yang dapat bekerja cepat itu tentu saja juga harus didukung dengan sinyal jaringan internet yang kuat dan luas jangkauannya. Beruntung pemerintah sekarang ini memperhatikan kebutuhan rakyat terkait internet yang cepat, yang mampu menjangkau pelosok-pelosok negeri yang miskin sinyal internet, yaitu dengan membangun Tol Langit. Jangan lah membayangkan Tol Langit itu adalah berwujud jalan tol di langit. Maksudnya Tol Langit itu adalah tersambungnya seluruh wilayah di kolong langit Indonesia oleh sinyal jaringan internet jalur cepat (broad band) yang bebas hambatan. Ya, memang tidak terlihat oleh mata manusia, karena sinyal jaringan internet itu berupa gelombang elektromagnetik dengan panjang gelombang yang tidak bisa ditangkap, dikenali oleh mata manusia biasa. Mata manusia hanya bisa mengenali gelombang elektromagnetik terbatas pada gelombang cahaya Mejikuhibiniu saja. Karena itu kita tidak bisa melihat Tol Langit ini dengan mata telanjang.

Untuk mewujudkan Tol Langit itu, maka dibangunlah infrastruktur jaringan kabel optik sepanjang 22.000km lebih, yang mencakup Indonesia barat, tengah dan timur yang disebut sebagai Palapa Ring. Sayangnya, Palapa Ring ini tidak menjangkau daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar Indonesia (daerah 3T). Maka, untuk mengatasi ini dipergunakan Satelit. Satelit ini akan dinamai SATRIA, yaitu Satelit Indonesia Raya. Tapi Satelit SATRIA ini masih proses penyiapan dan baru siap mengorbit di angkasa sekitar  tahun 2023. Karena masih cukup lama, maka sementara ini menyewa dulu satelit milik PT.Pasifik Satelit Nusantara, yaitu Satelit Nusantara 1 yang mengudara di langit Papua pada Februari 2019 ini. Kalau dulu, Agutus 1945, bangsa ini proklamasi Indonesia merdeka dari penjajah, maka setelah 74 tahun yaitu Agustus 2019 akan proklamasi Indonesia Merdeka Internet. Perhatikan sinyal jaringan internet di smartphone, mungkin masih terlihat bervariasi sinyal nya antara G, E, 3G, H, dan 4G tergantung lokasinya. Kalau sinyal jaringan internetnya jelek semisal sedang ada di pedesaan atau pelosok negeri maka akan muncul sinyal G atau E, yang tentu saja pasti akan lambat kalau dipakai untuk membuka website. Kalau di kota, sinyal jaringan internetnya cenderung bagus akan muncul sinyal H atau 4G.  Namun, diperkirakan dengan rampungnya jaringan kabel optik Palapa Ring dan ditunjang Satelit dengan fitur broad band, internet jalur cepat ini maka sinyal jaringan internet akan cenderung 4G dimanapun berada di wilayah Indonesia. Coba ingat masa-masa internet sekarang dan bandingkan dengan beberapa bulan ke depan itu akan terasa bahwa internet akan semakin cepat. Membuka website akan terasa lebih cepat. Silahkan membuktikan sendiri. Jadi, enak jaman sekarang, kan?

1 komentar: